Ini yang Akan Terjadi Jika Pasang Banyak Terminal di Stop Kontak!

Dina merupakan jenis wanita repot. Hingga sampai di dalam rumah, wanita karir yang kerja wilayah komersil Jakarta ini, langsung ke arah kamarnya. Kebetulan hari itu ia pulang larut. Dalam akalnya, udah terbersit besok harus ada bertambah pagi, lantaran ada janji dengan konsumen. Baru pengen merebahkan diri, ia terkenang dapat feature kerjanya yang udah habis daya. Perlahan-lahan, dia mengeluarkan beberapa barang itu dari dalam tas. Ada laptop, tablet, mobile phone, serta power bank. Semua saling harus kembali lagi diisi dayanya. Sayangnya, setop contact dalam kamar cuma ada dua. Itu juga, antara lainnya udah difungsikan untuk kipas angin. Maka, sambungan terminal T (T-steker) jadi pemecahan. Pengalaman Dina acapkali dihadapi beberapa orang. Serta, juga ada yang menautkan setop contact dengan colokan cabang empat, lantas masih dicabang lagi dengan terminal T. Maksudnya, agar colokan muat banyak. Pertanyaannya, bolehkah sesuai itu? Aman? Frankco Nasarino Nainggolan, Product Pemasaran Mitra Retail Business Schneider Electric Indonesia mengamini jika soal sesuai itu acapkali berlangsung. Tapi, Rino, biasa dia dipanggil, mewanti-wanti bahayanya. ” Setop contact yang dipasangkan banyak terminal punya potensi bertambah simpel merasakan kebakaran serta mengakibatkan korsleting,” tangkisnya waktu dijumpai Kompas.com, Sabtu (1/10/2016). Argumennya, ucapkan Rino, siapa saja tak dapat menanggung tambahan terminal T di titik contact lewat cara berulang-ulang yang dijalankan selamanya pas (serasi). “Kalau tak serasi menyambungnya dapat muncul percikan listrik,” sambungnya. Melihat Poto Perumpamaan setop kontak(Thinkstock) Oleh karena itu, waktu sangat terpaksa menautkan cabang terminal pada setop contact, seorang butuh menegaskan terletak udah pas. Tidak hanya itu yang gak kalah penting, cabang sambungan difungsikan tidak barang KW atau tiruan. Sejumlah elemen pada feature listrik palsu rata-rata udah dikurangi untuk mengupayakan harga jual jadi lebih murah. Meski sebenarnya, kurangi elemen feature dapat mengakibatkan bahaya. Kebolehan hantar arus Secara prinsip, tiada hitungan jumlah baik cabang yang dikoneksikan pada satu setop contact. Rino menyampaikan, hal demikian terjalin dengan kebolehan hantar arus (KHA) dari kabel yang difungsikan. Ada tiga style kabel tergantung pemakaiannya yanng biasa difungsikan di dalam rumah, yaitu NYA, NYY, serta NYM. Kalau pakai kabel NYA—yang punyai ukuran 1,5 milimeter persegi serta mempunyai kebolehan hantar arus 11 ampere—misalnya, dapat membatasi sampai 2.420 watt. “Menghitungnya, 11 ampere dikalikan tegangan 220 volt. Bermakna 2.420 watt kan,” tuturnya. Melihat Poto Perumpamaan cabang terminal listrik terbakar lantaran beban berlebihan.(Thinkstock) Dengan jumlah itu, kata Rino, jumlah watt terpakai di dalam rumah jangan melewati angka itu. “Jadi jikalau anggapannya cuma ada satu setop contact, berapa saja cabang atau alat listrik yang dicolokkan jangan melewati batas itu,” tukasnya kembali lagi. Teknik amannya, kata Rino adalah dengan penempatan MCB atau Mini Sirkuit Breaker. Jadi satu diantaranya feature listrik, MCB berperan jadi pengaman pada problem pertalian singkat serta beban listrik bertambah di dalam rumah. Jadi, sewaktu pemilik rumah mengaitkan beban berlebihan pada instalasi listrik, jadi MCB dapat lewat cara automatic hendak memutuskan arus listrik.

READ  Pembisnis Properti Kian Lesu Terdampak Wabah Corona

Comments are closed.