Hati-Hati Bisa Kena Pidana Jika Jual Baja China Tak ber-SNI

Kementerian Perdagangan amankan 2 juta tangkai baja tulangan beton yang tidak punyai Standard Nasional Indonesia, di Balaraja, Banten.

Dirjen Perlindungan Pembeli serta Teratur Niaga Kementerian Perdagangan, Veri Anggrijono mengatakan produk yang ditangkap ini terbagi dari beragam brand serta ukuran hasil Produksi PT SS. Perlindungan produk ini adalah hasil peningkatan serta pengecekan dari kesibukan pemantauan Kemendag.

Dia mengatakan beberapa pemeran usaha ini dikira menyalahi dua clausal adalah clausal 8 ayat (1) A Undang undang nomor 8 tahun 1999 perihal perlindungan pembeli serta clausal 57 ayat (2) undang-undang nomor 7 tahun 2014 perihal perdagangan. Sangsinya ada denda berbentuk uang hingga sampai pidana.

“Dendanya Itu kurungan buat UU perlindungan pembeli ancamannya kurungan 5 tahun serta denda Rp2 milyar. Lantas buat denda perusahaannya, pastinya dapat kita melihat kembali lagi lantaran ini Investasi asing kan kita pingin menarik investasi. Tetapi investor dari China ini konsisten kita himbau buat menuruti ketentuan yang berlaku” ujarnya, Kamis (24/5/2018).

Perlindungan produk ini adalah hasil peningkatan serta pengecekan dari kesibukan pemantauan Kemendag. Perbuatan tegas dijalankan buat amankan penebaran baja yang tidak pas standard serta mengkhawatirkan susunan bangunan.

“Kan bisa kita melihat besi ada standard SNI. Nah kalaupun itu buat bangunan kalaupun tidak penuhi standard kan ini rada rawan. Ditambah lagi bangunan-bangunan buat bertingkat. ini tidak ada negosiasi. Ketentuan ya ketentuan kita dapat laksanakan ketentuan,” ujar ia.

Bahaya berkenaan susunan bangunan yang gunakan material yang tidak aman mungkin membuat bangunan itu tidak mempunyai kekuatan serta ketahanan yang sama seperti barang yang telah sama dengan standard. Pemakaian material serta barang yang penuhi standard dapat menjauhi bangunan baru dari berlangsungnya jatuh atau miring.

“Baja tulangan beton yang ditangkap tidak punyai sertifikasi produk pemakai isyarat SNI (SPPT SNI) dan tidak punyai nomor register produk (NRP). Maka dari itu layak dikira baja baja ini tidak penuhi beberapa syarat SNI serta hasil uji hasil di atas lapangan tidak penuhi beberapa syarat SNI serta hasil uji hasil di atas lapangan tidak penuhi beberapa syarat SNI. Efeknya bisa mengakibatkan kerugian untuk pembeli,” papar ia.

READ  Jenis Dapur Rumah yang Perlu Anda Ketahui

Awal kalinya pula di Makasar Sulawesi Selatan Kemendag pula amankan 351.000 tangkai baja tulangan beton dari beragam brand serta ukuran di Gudang CV. SMM. Hasil Pengujian mengaitkan produk itu tidak penuhi beberapa syarat SNI 07-2052-2002 tidak punyai SPPT SNI dan tidak punyai NRP. Nilai keseluruhan dari sitaan yang dijalankan Kemendag ini menggapai Rp 70 miliar.

“Beberapa brand kita dapatkan di banyak propinsi. Kami menelusur. Pada akhirnya kami dapatkan industrinya ada pada tempat Balaraja. Pelanggarannya, mereka tidak punya sertifikat pemakaian isyarat SNI. Lantas ada aturan lain berkaitan nomor register. Untuk memproduksi dalam negeri ini ada namanya NRP. nomor register produk. Ini yang sesaat pelanggaran sesuai itu,” ujarnya.

Comments are closed.